Thursday, January 29, 2009

Tanaman Obat Kumis Kucing

Kumis Kucing

(Orthosiphon aristatus (B1) Miq.)
Sinonim :
O. longiflorum, Ham.
O. grandiflorum et aristatum, Bl.
O. spiralis, Merr.
O. stamineus, Benth.
O. grandiflorus, Bold.
Clerodendranthus spicatus (Thunb.)
C.Y. Wu. Trichostemma spiralis, Lour.

Familia :
Labiatae


I. URAIAN TANAMAN:
Terna, tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar tak teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang keluar di ujung cabang, wama ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan putih), benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah geluk wama coklat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang.

II. Syarat Tumbuh
a. Iklim


1. Ketinggian tempat : 500 m - 900 m di atas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 3000 mm/tahun 3. Bulan basah (diatas 100 mm/bulan) : 7 bulan - 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 bulan - 5 bulan 5. Suhu udara : 280C - 340C 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : andosol, latosol 2. Tekstrur : lempung berpasir 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : diatas 70 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran: 30 cm - 60 cm dari permukaan tanah 6. Kemasaman (pH) : 5 - 7 7. Kesuburan : sedang - tinggi

III. Pedoman Bertanam
a. Pengolahan Tanah 1. Tanah dicangkul sedalam 30 cm - 40 cm hingga gembur 2. Buatkan bedengan selebar 100 cm - 120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 cm - 50 cm, dan panjangnya disesuaikan kondisi lahan 3. Tebarkan pupuk kandang diatas bedengan tersebut b. Persiapan Bibit 1. Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang 2. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm - 25 cm atau beruas sekitar 2 buku - 3 buku c. Penanaman 1. Stek bibit ditanam langsung di kebun sedalam 5 cm, kemudian padatkan tanah di sekitar pangkal stek 2. Jarak tanam 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, 40 cm x 50 cm dan 60 cm x 60 cm

Nama Lokal :
Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni, menghilangkan panas dan lembab;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

KEGUNAAN:
1. Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih
(Cystitis).
2. Sakit kencing batu.
3. Encok (Gout arthritis).
4. Peluruh air seni (Diuretic).
5. Menghilangkan panas dan lembab.

PEMAKAINAN :
30 - 60 gr. (kering) atau 90 - 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

CARA PEMAKAIAN:
1. Nephritis, edema (bengkak):
0. aristatus (kumis kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat) 30 gr,
Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.

2. Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit
(anyang-anyangan) :
0. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis,
masing-masing 30 gr., direbus.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis sedikit pahit, sejuk, anti-inflammatory (anti radang), peluruh air seni (diuretic), menghancurkan batu saluran kencing. KANDUNGAN KIMIA: Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol.


Sumber : iptek Net

Tags : Encok, Infeksi Ginjal, Infeksi kandung kemih, Kencing Batu, kumis kucing, Orthosiphon aristatus, Peluruh Air Seni, Tanaman Obat

Cat's Whiskers ( Orthosiphon aristatus)

Cat's Whiskers
Scientific classification

Kingdom:
Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Lamiales
Family: Lamiaceae
Genus: Orthosiphon
Species: O. aristatus
Binomial name
Orthosiphon aristatus
(Blume) Miq.


Orthosiphon aristatus is from the family of Lippenblütengewächse/Lamiaceae/Labiatae. The plant is a medicinal herb found mainly throughout South East Asia and tropical Australia. It is known as pokok misai kucing in Malay

Medicinal uses
It is trusted for many centuries for treating ailments of the kidney, bladder stone, urinary tract infection, liver and bladder problems, diabetes, rheumatism and gout. And, it is also used to reduce cholesterol and blood pressure. Forward, it is believed to have antiallergic, antihypertensive, anti-inflammatory and diuretic properties. Furthermore, it is used as a remedy for arteriosclerosis (capillary and circulatory disorders), kidney stones, diabetes and nephritis.

Moreover, it has a mild diuretic action, so it is very useful for flushing the kidneys and urinary tract. Then, it also relieves spasms of the smooth muscle in the walls of the internal organs, making it valuable for gallbladder problems. Researchers have found it to be mildly antiseptic as well.


Synonyms
It (misai kucing) is also known as Kumis Kuching (kumis kucing) or Remujung. Other names for Misai Kuching are Orthosiphon Stamineus Benth, Orthosiphon Aristatus, Orthosiphonblaetter, Indisher Nierentee, Feuilles de Barbiflore, Java Tea, Javatee, Kidney Tea, Koemis Koetjing and Yaa Nuat Maeo.

Because of the characteristic form of its flowers, it is also known as Cat's whiskers.

Source from wikipedia
Tags : Cat's Whiskers, kumis kucing, Orthosiphon aristatus, Tanaman Obat

Wednesday, January 28, 2009

Tanaman obat Kencur

Kencur
(Kaempferia galanga, Linn.)
Sinonim :

Familia :
Zingiberaceae

Uraian :
Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

Nama Lokal :

Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, lelah;

Pemanfaatan :
1. Radang Lambung
Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari.
Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;
Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian
minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.

2. Radang Anak Telinga
Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala.
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2
sendok air hangat;
Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

3. Influenza pada bayi
Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun
kemukus (lada berekor/ Cubeb)
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian
ditambah beberapa sendok air hangat.
Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

4. Masuk Angin
Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
Cara membuat: kencur dikuliti bersih.
Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya,
kemudian minum 1 gelas air putih.Dapat dilakukan 2 kali sehari.

5. Sakit Kepala
Bahan: 2-3 lembar daun kencur.
Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus.
Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.

6. Batuk
a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya.

b. Bahan : 1 rimpang kencur sebesar ibu jari.
Cara membuat : kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;
Cara menggunakan : airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.

7. Diare
a. Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak.

b. Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya.
Cara menggunakan : dioleskan pada perut sebagai bedak.

8. Menghilangkan Darah Kotor
Bahan : 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering, adas pulawaras secukupnya.
Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari secara teratur.

9. Memperlancar haid
Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua,adas pulawaras secukupnya.
Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir.

10. Mata Pegal
Bahan : 1 potong rimpang
Cara membuat : kencur dibelah menjadi 2 bagian.
Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata.

11. Keseleo
Bahan : 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air.
Cara membuat : kedua bahan tersebut dipipis dan air secukupnya.
Cara menggunakan : dioleskan/digosokan pada bagian yang keseleo sebagai bedak.

12. Menghilangkan Lelah.
Bahan : 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah.
Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.

Sumber IPTEK.Net

Tags : batuk, darah kotor, diare, haid tidak lancar, Influenza pada bayi, Kaempferia galanga, kencur, keseleo, Masuk angin, mata pegal, menghilangkan lelah, Radang anak telinga, Radang Lambung, Sakit Kepala, Tanaman Obat

Tanaman Obat Kencur (Kaempferia galanga )

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Upafamili: Zingiberoideae
Genus: Kaempferia
Spesies: K. galanga

Nama binomial
Kaempferia galanga
(Linn.)


Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti.

Penjelasan
Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan.

Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

Komposisi kimia rimpang:
pati (4,14 %),
mineral (13,73 %),
minyak atsiri (0,02 %), berupa
sineol,
asam metil kanil dan penta dekaan,
asam sinamat,
etil ester,
borneol,
kamphene,
paraeumarin,
asam anisat,
alkaloid dan
gom.

Etnobotani

Kencur (nama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) dikenal di berbagai tempat dengan nama yang berbeda-beda: cikur (bahasa Sunda), ceuko (bahasa Aceh); kencor (Madura), cekuh (bahasa Bali), kencur, sukung (bahasa Melayu Manado), asauli, sauleh, soul, umpa (bahasa-bahasa di Maluku), serta cekir (Sumba).

Berbagai resep masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai komponennya. Kencur dipakai orang sebagai tonikum dengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula.

Ungkapan "masih bau kencur" berarti "masih belum berpengalaman".

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tags : Kaempferia galanga, kencur, Tanaman OBAT

Kaempferia galanga herbal medicine

Scientific classification
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Monocots
(unranked): Commelinids
Order: Zingiberales
Family: Zingiberaceae
Subfamily: Zingiberoideae
Tribe: Kaempferia
Genus: Kaempferia
Species: K. galanga


Binomial name
Kaempferia galanga
(L.)

Kaempferia galanga, commonly known as aromatic ginger, sand ginger or resurrection lily, is a monocotyledonous plant in the ginger family. It is found primarily in open areas in southern China, Taiwan, Cambodia and India, but is also widely cultivated throughout Southeast Asia. The plant is used as a herb in cooking in Indonesia, and especially in Bali; its Indonesian name is kencur. Its leaves are used in the Malay rice dish, nasi ulam. Unlike Boesenbergia pandurata (grachai or Chinese key), kaempferia galanga is not commonly used in Thai cuisine but can be bought as a dried rhizome or in powder form at herbal medicine stalls. It is known in Thai as proh horm or horm waan. It is also used in Chinese cooking and Chinese medicine and is sold in Chinese groceries under the name Sha Jiang,[1] while the plant itself is referred to as shan nai (Chinese: 山柰; pinyin: shannai).[2] Kaempferia galanga has a peppery camphorous taste.[1] It is one of four plants known as galangal, and is differentiated from the others by the absence of stem and dark brown rounded rhizomes, while the other varieties all have stems and pale rosebrown rhizomes.[citation needed]

Pharmacology
The rhizomes of aromatic ginger have been reported to include cineol, borneol, 3-carene, camphene, kaempferol, kaempferide, cinnamaldehyde, p-methoxycinnaamic acid, ethyl cinnamate and ethyl p-methoxycinnamate. Extracts of the plant using methanol have shown larvicidal activity against the second stage larva of dog roundworm (Toxocara canis). It was also found to be effective as an amebicide in vitro against three species of Acanthamoeba which cause granulomatous amebic encephalitis and amebic keratitis. In 1999 the rhizome extract was found to inhibit activity of Epstein-Barr virus. Further research has demonstrated that the extract effectively kills larvae of the mosquito Culex quinquefasciatus and repels adult Aedes aegypti mosquitoes, both of which are serious disease vectors. As a result of these findings, research is underway to evaluate the plant extract's use as an insect repellent, with preliminary findings suggesting that it is a non-irritant to the skin of rats.[3]


Uses
The rhizomes of the plant, which contains essential oils, have been used in Chinese medicine as a decoction or powder for treating indigestion, cold, pectoral and abdominal pains, headache and toothache. Its alcoholic maceration has also been applied as liniment for rheumatism.[3]


References
^
a b Van Wyk, Ben-Erik (2005), Food Plants of the World, Portland, Oregon: Timber Press, Inc, ISBN 0-88192-743-0
^ Wu, Delin; Larsen, Kai (2000), "Kaempferia galanga", in Wu, Z. Y.; Raven, P.H.; Hong, D.Y., Flora of China, 22, Beijing: Science Press; St. Louis: Missouri Botanical Garden Press, pp. 74
^
a b Kanjanapothi, D., et al. (2004), "Toxicity of crude rhizome extract of Kaempferia galanga L. (Proh Hom)", Journal of Ethnopharmacology 90 (2-3): 359-365, http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&_udi=B6T8D-4B726PB-3&_user=650606&_rdoc=1&_fmt=&_orig=search&_sort=d&view=c&_acct=C000035099&_version=1&_urlVersion=0&_userid=650606&md5=f50e45a2f890ae85e61d1f994cc92f1f#bib6
From Wikipedia, the free encyclopedia

Tags : Kaempferia galanga, kencur, Tanaman OBAT,

Saturday, January 24, 2009

Tumbuhan obat Kunyit (Curcuma longa Linn.)

Kunyit
(Curcuma longa Linn.)
Sinonim :
Curcuma domestica Val. C. domestica Rumph. C. longa Auct.

Familia :
Zingiberaceae

Uraian :
Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Nama Lokal :
Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken);

Pemanfaatan :
1. Diabetes mellitus
Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

2. Tifus
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto
Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di saring.
Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

3. Usus buntu
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula
kelapa/aren. Garam secukupnya.
Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring.
Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara
teratur.

4. Disentri
Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.

5. Sakit Keputihan
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring.
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

6. Haid tidak lancar
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh
biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

7. Perut mulas pada saat haid
Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm,
1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.
Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan diminum pada hari pertama haid.

8. Memperlancar ASI
Bahan: 1 rimpang kunyit
Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari.

9. Cangkrang (Waterproken)
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,
Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

10. Amandel
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring
Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.

11. Berak lendir
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

12. Morbili
Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
halus
Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 - 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya .
Sumber IPTEK Net

Tags : Amandel, ASI tidak lancar, berak lendir, Cangkrang, Curcuma longa, Diabetes, disentri, haid tidak lancar, Keputihan, kunyit, morbili, Nyeri haid, Tanaman OBAT, Tifus, Usus buntu

Thursday, January 22, 2009

Turmeric (Curcuma longa)

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Order: Zingiberales
Family: Zingiberaceae
Genus: Curcuma
Species: C. longa

Binomial name
Curcuma longa
Linnaeus[1]


Turmeric (Curcuma longa) is a rhizomatous herbaceous perennial plant of the ginger family, Zingiberaceae. It is native to tropical South Asia and needs temperatures between 20° C and 30° C, and a considerable amount of annual rainfall to thrive. Plants are gathered annually for their rhizomes, and re-seeded from some of those rhizomes in the following season.

The rhizomes are boiled for several hours and then dried in hot ovens, after which they are ground into a deep orange-yellow powder commonly used as a spice in curries and other South Asian and Middle Eastern cuisine, for dyeing, and to impart color to mustard condiments. Its active ingredient is curcumin and it has an earthy, bitter, peppery flavor and a mustardy smell.

Turmeric is often misspelled (or pronounced) as tumeric. In medieval Europe, turmeric became known as Indian Saffron, since it is widely used as an alternative to the far more expensive saffron spice.

Sangli, a town in the southern part of the Indian state of Maharashtra, is the largest and most important trading centre for turmeric in Asia or perhaps in the entire world.[2]

Usage
Culinary uses

In non-Indian recipes, turmeric is sometimes used as a coloring agent. It has found application in canned beverages, baked products, dairy products, ice cream, yogurt, yellow cakes, orange juice, biscuits, popcorn color, sweets, cake icings, cereals, sauces, gelatins, etc. It is a significant ingredient in most commercial curry powders.

Although usually used in its dried, powdered form, Turmeric is also used fresh - much like ginger. It has numerous uses in far east recipes, such as fresh turmeric pickle (which contains large chunks of soft turmeric).

Turmeric (coded as E100 when used as a food additive) is used to protect food products from sunlight. The oleoresin is used for oil-containing products. The curcumin/polysorbate solution or curcumin powder dissolved in alcohol is used for water containing products. Over-coloring, such as in pickles, relishes and mustard, is sometimes used to compensate for fading.

In combination with annatto (E160b), turmeric has been used to color cheeses, yogurt, dry mixes, salad dressings, winter butter and margarine. Turmeric is also used to give a yellow color to some prepared mustards, canned chicken broths and other foods (often as a much cheaper replacement for saffron).

Turmeric is widely used as a spice in South Asian and Middle Eastern cooking. Momos (Nepali meat dumplings), a traditional dish in South Asia, are spiced with turmeric.


Medicinal uses
Main article: Curcumin
In Ayurvedic medicine, turmeric is thought to have many medicinal properties and many in India use it as a readily available antiseptic for cuts, burns and bruises. Practitioners of Ayurvedic medicine say it has fluoride which is thought to be essential for teeth. It is also used as an antibacterial agent.

It is taken in some Asian countries as a dietary supplement, which allegedly helps with stomach problems and other ailments. It is popular as a tea in Okinawa, Japan. It is currently being investigated for possible benefits in Alzheimer's disease, cancer and liver disorders.

Turmeric rhizomeIt is only in recent years that Western scientists have increasingly recognised the medicinal properties of turmeric. In the latter half of the 20th century, curcumin was identified as responsible for most of the biological effects of turmeric. According to a 2005 article in the Wall Street Journal, research activity into curcumin is exploding. In that year supplement sales increased 35% from 2004, and the U.S. National Institutes of Health had four clinical trials underway to study curcumin treatment for pancreatic cancer, multiple myeloma, Alzheimer's, and colorectal cancer.

Cosmetics
Turmeric is currently used in the formulation of some sunscreens. Turmeric paste is used by some Indian women to keep them free of superfluous hair. Turmeric paste is applied to bride and groom before marriage in some places of India, Bangladesh, and Pakistan, where it is believed turmeric gives glow to skin and keeps some harmful bacteria away from the body.

The government of Thailand is funding a project to extract and isolate tetrahydrocurcuminoids (THC) from turmeric. THCs (not to be confused with tetrahydrocannabinol, also known as THC) are colorless compounds that might have antioxidant and skin-lightening properties and might be used to treat skin inflammations, making these compounds useful in cosmetics formulations.


Dye
Turmeric makes a great fabric dye but it is not very lightfast (the degree to which a dye resists fading due to light exposure). Colour fastness will remain for long time before redyeing is necessary approximately once yearly. Turmeric is commonly used in Indian clothing, such as saris. No mordant is required when using turmeric saving a step in the dye process & eliminating the use of potentially toxic mordants. Turmeric produces beautiful golds, yellows & greenish yellow, reddish brwon, ochre etc depending on the fibre used & how many times the daybath is used. Lots of reliable information ( online, local library, bookstores etc) is readily available regarding natural dyeing with turmeric


Gardening
Turmeric can also be used to deter ants. The exact reasons why turmeric repels ants is unknown, but anecdotal evidence suggests it works.[citation needed]


Ceremonial uses
Turmeric is also used in various rituals, such as the turmeric ceremony or gaye holud, part of the Bengali wedding.

Names in other languages
European languages
Curcuma in French and Portuguese
Cúrcuma or Palillo (South America) in Spanish
Kurkuma in Finnish, Hungarian, and Polish
Kurkuma or Japonský šafrán (lit. "Japanese saffron") in Czech
Kurkuma or Geelwortel (lit. "yellow root") in Dutch
Kurkuma or Gelbwurz (lit. "yellow root") in German
Куркума kurkuma in Macedonian and Russian
Gurkemeje in Danish
Gurkemeie in Norwegian
Gurkmeja in Swedish

Middle Eastern languages
كركم kurkum in Arabic
Դեղին կոճ deghin koch (lit. "yellow seed") in Armenian
Sarıkök (lit. "yellow root") in Azeri
כורכום kurkum in Hebrew
زه‌رده‌چه‌وه zardachawa in Kurdish
زردچوبه zardchubeh in Persian
Zerdeçal, Hint safranı (lit. "Indian saffron") in Turkish

South Asian languages
हरिद्रा haridrā or वरवर्णिनी varavarṇinī in Sanskrit
হলদি holdi or হলুদ holud (lit. "yellow") in Bengali
haldar in Gujarati
हल्दी haldī in Hindi
हळद haḷad in Marathi
हल्दी haldi or besar in Nepali
haladi in Oriya
ਹਲਦੀ haldi in Punjabi
haldī in Urdu
আন্দি andi in Bishnupriya Manipuri
ಅರಿಶಿಣ arishina in Kannada
ಮ0ಜಲ್ Manjal in Tulu
മഞ്ഞള്‍ manjal in Malayalam
पालु pālu in Nepal Bhasa
Kaha in Sinhala
மஞ்சள் manjal (lit. "yellow") in Tamil
పసుపు pasupu in Telugu

[edit] East and Southeast Asian languages
姜黄 jiang huang (lit. "ginger yellow") in Chinese
Kunyit in Indonesian and Malay
欝金 ukon in Japanese
Lmeat in Khmer
강황 kang hwang in Korean
ขมิ้น khamin in Thai
Nghệ in Vietnamese

Other languages
‘Ōlena in Hawaiian
Safran in Mauritian Creole
Haruut in Somali

Chemistry
Turmeric contains up to 5% essential oils and up to 3% curcumin, a polyphenol. It is the active substance of turmeric and it is also known as C.I. 75300, or Natural Yellow 3. The systematic chemical name is (1E,6E)-1,7-bis(4-hydroxy-3-methoxyphenyl)-1,6-heptadiene-3,5-dione.

It can exist at least in two tautomeric forms, keto and enol. The keto form is preferred in solid phase and the enol form in solution.


References
^ "Curcuma longa information from NPGS/GRIN". www.ars-grin.gov. Retrieved on 2008-03-04.
^ SANGLI...The Turmeric City of India n home of brights

Source from wikipedia

Tags : Curcuma longa, kunyit, Turmeric, Tanaman OBAT,